Dewan Loloskan LPJ Walikota Surabaya

REPUBLIKA: Kendati banyak organisasi kepemudaan dan LSM menuntut agar Laporan Pertangungjawaban (LPJ) Walikota Surabaya Sunarto Sumoprawiro ditolak, namun dewan tetap meloloskannya. Dalam sidang pendapat akhir yang berlangsung Sabtu (19/5), semua fraksi DPRD Kota Surabaya menerima LPJ Walikota Sunarto. Bahkan, semua fraksi menilai Cak Narto (panggilan akrab Sunarto) masih pantas dan layak dipertahankan memimpin Kota Surabaya.

Meski semua fraksi menerima, namun empat anggota F-Gabungan dari Partai Amanat Nasional (PAN) melakukan aksi walk out — WO. Mereka keluar lantaran tidak menerima LPJ Walikota Sunarto. Keempat kader PAN itu adalah Herman Rifai, Budiharto Tasmo, Sofwan Hadi, dan Ir Sudirjo.

Sidang Paripurna DPRD yang membahas LPJ Walikota Sunarto berlangsung cukup menegangkan. Sejumlah anggota organisasi kepemudaan, baik yang anti maupun yang pro terhadap Cak Narto, berusaha ikut datang di kantor dewan. Mereka masing-masing meminta agar dewan menerima dan menolak LPJ Cak Narto. Bahkan mereka nyaris bentrok.

Dalam sidang pendapat akhir itu, dimulai dari F-TNI/Polri yang disampaikan Letkol Lalu Sadelly. Kemudian disusul F-Gabungan yang disampaikan Sofwan Hadi, F-PDIP oleh Rosita Tumbelaka, dan F-KB Ali Fathur Rohman. Sidang agak memanas ketika Sofwan Hadi dari F-Gabungan usai membacakan pendapat akhir, langsung menyatakan partainya (PAN) tidak bisa menerima LPJ Cak Narto.

Tindakan itu kemudian diikuti tiga anggota F-Gabungan dari PAN yang lain ikut berdiri lalu meninggalkan ruangan sidang. Bersamaan dengan keluarnya empat anggota dewan ini, para anggota dewan yang lain tepuk tangan. Suasana sidang pun menjadi gaduh lantaran para hadirin yang ikut menyaksikan sidang juga ikut-ikutan memberi tepuk tangan.

Melihat suasana tersebut, pimpinan sidang yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya Basuki, marah-marah. Ia segera meraih mikropon dan menyatakan bahwa perilaku 4 anggota dewan dari PAN ini amat memalukan. “Kalau tidak setuju tidak usah hadir dalam persidangan,” kata Basuki dengan nada marah-marah.

Kemarahan terhadap keempat anggota dewan yang walk out itu juga datang dari Gatot Sudjito, anggota F-Gabungan. Gatot, seorang kader dari Golkar ini menuding perilaku keempat orang tersebut tak tahu etika berpolitik. Tudingan tersebut lantaran Herman Rifai kini duduk sebagai Wakil Ketua DPRD. “Semestinya itu tak perlu dilakukan. Sebab, ia harus memperhatikan bahwa dirinya sebagai wakil dewan dan fraksi kami (Sofwan Hadi), bukan semata-mata wakil dari partainya,” ujarnya. (*)


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: