Demi Perumahan Mewah, Tanah Ganjaran Ditukar Oloran

SURABAYA POST dan PROPERTI: Demi pengembangan perumahan mewah yang dibangun PT Sinar Galaxy, anggota Pansus DPRD KMS rela menukar tanah ganjaran di Kel. Gebang Putih dengan tanah oloran di kawasan Pantai Timur Surabaya.

Tukar menukar tanah yang tidak seimbang itu tinggal selangkah lagi disetujui. Sebab dari 8 anggota Pansus, tinggal seorang saja yang belum membubuhkan tanda tangan persetujuan ruislag tanah ganjaran Gebang Putih.

Anggota Pansus yang sudah membubuhkan tanda tangan adalah Ketua Pansus, Chasanan Noer (PKB), Gatot Sudjito (Golkar), Yan Samuel Sinlay (FPDIP), Lalu Sadely (FTNI-Polri), Soebiantoro (FPDIP), Sugiantono (FPDIP), Mansyur (FPKB), dan Budiharto Tasmo (PAN).

Yang menarik, dilibatkan dalam Pansus ini sejumlah tokoh vokal dan kritis di DPRD KMS. Mereka itu pernah menolak pelepasan tanah ganjaran Mulyosari. Mereka adalah Gatot Sudjito dan Budiharto Tasmo. Selain itu pelepasan tanah ganjaran yang biasanya ditangani oleh Komisi A, kali ini diserahkan pada anggota lintas Komisi. Seperti diketahui anggota Pansus ini terdiri atas Komisi A, B, C, D, dan E selain lintas fraksi.

Anggota dewan yang belum tanda tangan, Budiharto Tasmo mengaku dia tak tanda tangan karena masih menimbang-nimbang untung rugi pelepasan tanah ganjaran itu. Dia khawatir kalau ruislag itu terjadi, warga Kel. Keputih tak bisa lagi memanfaatkan pengganti tanah ganjaran dengan optimal. Sebab tanah pengganti berada di kelurahan Sukolilo, di tepi pantai. Tanah ini berupa tambak yang asal-usulnya tanah ganjaran.,

Menurut dia, seharusnya kalau tidak terpaksa tanah ganjaran tidak usah dilepas. Sebab toh tanah itu digunakan untuk kepentingan pembangunan rumah mewah yang jumlahnya sudah berlebihan. “Yang perlu dibangun itu, kan rumah untuk menengah bawah,” ujar dia.

Selain itu tanah ganjaran yang lokasinya di daratan bisa digunakan untuk pembangunan fasilitas umum yang lebih bermanfaat untuk masyarakat luas. Tanah ganjaran Gebang Putih yang berupa daratan bisa digunakan antara lain untuk lapangan olah raga, makam, pasar, dan taman.

Menurut dia, selama ini Pemkot selalu kesulitan mendapatkan tanah kalau mau membangun fasilitas umum. Namun ketika ada lahan menganggur malah diserahkan pada pengembang. Karena itu sebaiknya pejabat Pemkot berpikir ulang menukar tanah ganjaran Gebang Putih.

SK Walikota

Ruislag tanah ganjaran itu kini sudah mengantongi SK Walikota tertanggal 12 Juli 2001. Selain itu juga sudah ada SK Kepala Kel. Gebang Putih tanggal 19 Maret 1998 yang disempurnakan dengan SK Kepala Kel. Gebang Putih No. 003/2001. Ruislag ini juga didukung dengan persetujuan warga/tokoh masyarakat.

Tentang adanya persetujuan warga ini, Budiharto mengingatkan agar pejabat Pemkot mendidik mereka untuk berpikir jangka panjang. Bukan malah mengarahkan mereka pada kepentingan jangka pendek. Kalau tanah ganjaran itu di-ruislag memang warga mendapatkan uang kompensasi Rp 1 miliar. Tapi masyarakat setempat akan kesulitan bila mau membangun fasilitas umum.

Dalam pembahasan di Pansus, tanah ganjaran di kel. Gebang Putih, kec. Sukolilo, seluas 1,8 ha akan ditukar dengan tanah tambak seluas 8,5 ha. Sedangkan untuk kompensasinya dinaikkan dari Rp 300 juta menjadi Rp 1 miliar.(*)


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: