Marwah: DPR RI Tidak Tegas Sikapi Kasus Akbar Tanjung

MAJALAH GATRA: KETUA DPP Partai Golkar Marwah Daud Ibrahim mengemukakan kegagalan Badan Musyawarah (Bamus) DPR RI memutuskan penonaktifan Ketua DPR RI Akbar Tanjung merupakan bukti kurang tegasnya sikap lembaga legislatif tersebut dalam mengambil sebuah keputusan penting.

“Apabila kepemimpinan DPR RI ini tidak segera diputuskan maka akan menjadi masalah baru di DPR,” katanya kepada wartawan di sela-sela peringatan HUT ke-38 Partai Golkar di gedung DPD II Partai Golkar Banyuwangi, Jatim, Minggu.

Marwah datang ke Banyuwangi sebagai narasumber acara dialog “Peningkatan Kualitas Demokrasi Dalam Partai Golkar Baru”. Tampak hadir beberapa fungsionaris Partai Golkar diantaranya Drs Gatot Sudjito (Sekretaris DPD I Partai Golkar Jatim), H Suryo Negoro (Dewan Penasehat Partai Golkar), K Sius Pahur (Ketua DPP AMPG), dan Drs Eddie Budi Prabowo, Apt (Ketua DPD I AMPG Jatim).

Ia mengatakan, persoalan pro kontra kepemimpinan Akbar sebagai Ketua DPR-RI pasca penetapannya sebagai tersangka kasus korupsi di Bulog, adalah akibat kurang adanya ketegasan mekanisme pengambilan keputusan di lembaga tersebut.

Apabila proses pengambilan keputusan tersebut terus berputar-putar, sementara desakan beberapa anggota DPR untuk menonaktifkan Akbar Tanjung semakin gencar, maka keberadaan DPR itu sendiri akan terus dipermasalahkan anggotanya.

“Yang jelas, pada prinsipnya kita tidak boleh membuat aturan itu lebih rendah daripada akhlak politik kita,” ujarnya.

Ditanya soal sikap Akbar Tanjung yang ngotot bertahan sebagai Ketua DPR RI dan didukung sebagian anggota dewan, Marwah mengatakan hal itu menunjukkan bahwa sebagian anggota dewan masih mengedepankan sikap pribadi daripada realitas hukum yang sudah berjalan.

“Sebab saat ini, masyarakat sudah semakin kritis. Mereka terus mendesak DPR agar bisa menjadi lembaga yang demokratis dengan mengedepankan hukum dan keadilan, dibandingkan kepentingan pribadi maupun kelompok,” tambahnya.

Ia menambahkan bertahannya Akbar Tanjung sebagai Ketua DPR RI akan semakin menyebabkan masyarakat semakin mendiskreditkan keberadaan Partai Golkar.

Menurut Marwah, polemik yang terjadi antara dirinya dengan Akbar Tanjung bukanlah persoalan pribadi, tetapi merupakan sikap kritis kader terhadap ketidakadilan yang terjadi. (*)


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: