Karena Korupsi, Ketua Golkar Surabaya Ditahan

KORAN TEMPO: Kejaksaan Negeri menahan Amien Ismail, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Surabaya, ditahan di rumah tahanan Medaeng. Penahanan yang dilakukan kemarin itu berkaitan dengan tuduhan penggelapan mobil inventaris Golkar Surabaya.

Sebelum ditahan Amien diperiksa aparat Polwiltabes Surabaya, dan setelah menandatangani berkas acara pemeriksaan (BAP), dia digiring ke kejaksaan negeri. Di sini, jaksa melakukan penyidikan dan berkas Amien dinyatakan P21 (sempurna) sehingga langsung dibawa ke rumah tahanan. “Sebagai warga negara yang baik saya tetap menghormati supremasi hukum,” katanya.

Pengacaranya, Farouq Assegaf, menyatakan akan mengupayakan penangguhan penahanan Amien, yang menjadi Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya. “Kami akan upayakan penangguhan penahanan. Tapi kami tetap menghormati supremasi hukum,” dia menegaskan.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Luhut Pakpahan, dirinya tidak akan memberi penangguhan penahanan terhadap Amien. Kebijakan itu juga berlaku bagi Ketua DPRD Surabaya Muhammad Basuki dan wakilnya, Ali Burhan, serta mantan Sekretaris Kota Surabaya M. Jasin, yang menjadi tahanan kejaksaan negeri.

“Siapa pun dia tak akan pandang bulu,” ucapnya sambil menambahkan bahwa dirinya yakin penahanan itu tidak akan mengganggu kinerja DPRD Surabaya. Ditambahkannya, kasus Amien berbeda dengan kasus korupsi M. Basuki dan Ali Burhan. “Ini bukan kasus korupsi. Ini pidana biasa,” ujarnya.

Menurut Pakpahan, berdasarkan Pasal 21 KUHP, Amien menjadi tersangka tindak pidana penggelapan aset Partai Golkar senilai Rp 94.500.000. Ia menjual mobil inventaris Golkar Rp 94.500.000. “Uang hasil jual mobil itu dia belikan mobil Toyota Kijang LX keluaran baru untuk pribadi, bukan untuk partai,” katanya. Asrofi, pengurus Golkar Kecamatan Bonowo, pada 6 Maret 2002 melaporkan kasus itu ke polisi.

Luhut berjanji akan secepatnya menyelesaikan berkas Amien. Ia memastikan berkas itu akan diserahkan ke pengadilan hanya dalam waktu seminggu setelah ditahan. Amien dituduh melanggar Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Sementara itu, Gatot Sudjito, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur menyatakan sangat menyesalkan dan prihatin penahanan Amien. Alasannya, kasus Amien murni masalah internal Golkar. “Ini murni masalah internal partai yang tidak bisa diselesaikan secara internal,” paparnya.

Karena khawatir kasus itu berdampak pada citra partai Golkar, Gatot berharap DPD Golkar Surabaya segera menggelar rapat harian atau pleno untuk menentukan pelaksana tugas pengganti Amien. “Partai tidak boleh stagnan. Makanya harus ditunjuk pelaksana tugas,” dia menandaskan.

Tuduhan itu bermula ketika Amien menjual mobil inventaris DPD Golkar Surabaya, colt Mitsubishi station kepada Bambang, yang juga kader Golkar Rp 94.500.000. Uang hasil jualan itu dia belikan Kijang LX seharga Rp 100 juta lebih. Tapi mobil itu atas nama pribadi, bukan Golkar.

Sementara itu, dari Sumatra Barat, polisi masih menahan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Pasaman Syahnan karena kasus kayu ilegal. Menurut Kepala Ditserse Polda Kombes Tedjo Soelarso, Syahnan sudah dijadikan tersangka bersama dua pegawai kehutanan lainnya. Syahnan ditangkap pekan lalu, setelah dilaporkan Sahlan, pemilik kayu ilegal yang ditangkap polisi di Pasaman sebelumnya.

Sahlan, pemilik kayu, menyebutkan telah membayar uang Rp 22,5 juta kepada Syahnan untuk memperoleh surat keterangan sah hasil hutan. Selain itu, Sahlan juga menyetorkan Rp 30 juta ke rekening pribadi Syahnan, tetapi surat izin tak kunjung keluar, sehingga ia nekat membawa satu truk kayu tanpa surat izin. (*)


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: