Ridwan: Komitmen Dikhianati!

SURYA dan YULI-AHMANDA.BLOGSPOT Akhirnya mantan pj ketua Partai Golkar Jatim (1999-2004), Ridwan Hisjam, membeberkan alasannya mengapa ia menghilang saat digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Jatim di Hotel Hilton, Surabaya, Rabu (29/12) lalu.

Ridwan mengaku sudah meminta izin Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla, untuk absen dalam Musda. “Saya mohon pamit dan Pak Jusuf mempersilakan,” kata Ridwan yang mengaku sedang berlibur dengan keluarganya di Singapura setelah dari Berlin, Jerman, saat dihubungi Surya, Kamis (30/12) malam.

Ia memaparkan, pertemuan dengan Kalla berlangsung di rumah dinas wapres itu di Jl Diponegoro, Jakarta, Jumat (24/12). Ia merasa perlu menemui Kalla setelah mendengar informasi rapat pleno DPP Kamis (23/12) malam memutuskan Musda Golkar Jatim digelar 29 Desember. “Saya juga sampaikan supaya susunan pengurus nanti 60 persen lama atau dari kepengurusan saya dan 40 persen baru,” ungkapnya tanpa menggambarkan reaksi Kalla atas usulan itu.

Ridwan membantah saat disinggung ketidakhadirannya dalam Musda karena sudah merasa akan dipecundangi Soenarjo. “Perlu dicatat, saya tidak pernah mencalonkan diri. Kalau musda sampai tertunda dua kali, itu karena saya menegakkan konstitusi partai,” tukas Ridwan.

Menurut dia, ketidakhadirannya dalam musda karena memasuki masa libur aktivitas partai mulai 24 Desember 2004 sampai 3 Januari 2005.

Ridwan menjelaskan, penegakan konstitusi partai tadi juga atas dasar komitmen semua ketua DPD II se-Jatim ketika pesta perpisahan di Hotel Purnama, Kota Batu, menjelang musda di Probolinggo. “Saat itu saya juga sudah pamitan,” katanya.

Dikisahkan, saat itu semua sepakat tidak mencalonkan orang dari luar Golkar. Ridwan pun mengaku sudah mempersiapkan calon dari dalam yang sesuai komitmen itu, yakni Gatot Sudjito, Sabron Djamil Pasaribu, atau Ny Harbiah Salahuddin. Ia sendiri berharap naik jadi pengurus DPP tapi pupus bersamaan dengan kalahnya Akbar Tandjung. “Tapi ternyata komitmen itu dicederai. Justru orang luar yang terpilih,” sesalnya. Bagi Ridwan, terpilihnya Soenarjo sama dengan langkah mundur Partai Golkar.

Ada Brutus (pengkhianat dalam legenda Yunani, Red) di kepengurusan Anda? “Ah, nggak ada,” tukasnya.

Seperti diberitakan, Musda Golkar Jatim ditunda dua kali, pertama di Probolinggo 28-29 November dan kedua di Surabaya, 23 Desember. Penyebabnya, panitia musda yang notabene orang-orang Ridwan, menyoal keanggotaan Soenarjo dalam Partai Golkar. Dalam musda di Hotel Hilton, akhirnya Soenarjo sebagai calon tunggal terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Golkar Jatim periode 2004-2009.

Setelah terpilih, Soenarjo dan anggota formatur membentuk pengurus, Rabu (29/12) malam. Orang lama yang masuk lagi adalah Gatot Sudjito (dulu sekretaris, sekarang wakil ketua), Sabron Djamil Pasaribu (dulu wakil ketua, kini penasihat) dan Lambertus Wajong (tetap wakil sekretaris).

Wakil ketua lainnya Mahmud Sarjuwono dan Hasan (Ketua Golkar Probolinggo). Sedangkan sekretaris H Mochtar (purnawirawan TNI-AD). Uniknya, formatur juga mendudukkan anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Jatim periode 1999-2004 Yayuk Istichanah sebagai wakil bendahara. Orang lama yang semula diyakini masuk tapi ternyata tidak dilibatkan adalah Ketua Bidang OKK Golkar Jatim sekaligus Ketua AMPG Jatim Eddy Wahyudi. (*)


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: