Pilkada di Beberapa Daerah Lancar

SINAR HARAPAN:
Pemilihan kepala daerah (pilkada) berlangsung serentak Senin (27/6) ini di beberapa daerah, di antaranya Surabaya, Makassar, dan Kendari. Secara keseluruhan, pilkada berlangsung lancar dan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Meskipun untuk menarik minat masyarakat tersebut pemerintah daerah terpaksa menggunakan berbagai cara.

Seperti yang dilakukan di Juwingan, Surabaya, para pemilih diiming-imingi door prize. Masih di Surabaya, lokasi tempat pemungutan suara (TPS) juga dibuat semenarik mungkin. Ini terlihat di Pulo Sari, Kecamatan Gunung Sari, yang TPS-nya dirancang seperti suasana Pulau Dewata, Bali.

Sedangkan TPS di Ngadel Kebon Sari dibuat seperti lapangan bola lengkap dengan gawang dan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS)-nya menggunakan seragam bola.

Di Sulawesi Selatan (Sulsel), antusiasme masyarakat untuk mengikuti pilkada terutama di Kabupaten Gowa, terlihat dari aksi demonstrasi. Sepanjang Minggu (26/6) warga Kabupaten Gowa menduduki KPUD Gowa gara-gara banyaknya warga yang tidak tercatat sebagai pemilih.

Namun di balik segi positif yaitu masyarakat yang antusias, tindak kecurangan juga masih mewarnai proses pilkada. Seperti yang terjadi di Surabaya, Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Kota Surabaya menemukan ada pemilih fiktif karena sebetulnya orang yang terdaftar dalam kartu pemilih sudah meninggal atau sudah pindah domisili.

Sementara itu yang tidak mendapat kartu pemilih meski namanya masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) adalah 189 warga Kelurahan Simo Mulyo, 1.509 Kecamatan Tegal Sari, dan 200 di Kecamatan Genteng.

Karena persoalan itu, akhirnya KPUD Kota Surabaya memutuskan orang yang masuk dalam DPT tapi tidak memiliki kartu pemilih, bisa tetap mencoblos dengan cara menggunakan KTP atau KSK. Di Surabaya tercatat ada 1.934.228 pemilih yang tersebar di 31 kecamatan, dengan jumlah TPS 4.872 dan 29 TPS khusus.

Empat pasangan calon wali kota/wakil wali kota Surabaya adalah Erlangga Satriagung-A.H Thony, Bambang DH-Arif Afandi, Gatot SudjitoBenyamin Hilly, dan Alisjahbana-Wahyudin Husein.

Politik uang juga ditemukan oleh Panwas Pilkada Surabaya di Kecamatan Wiyung, dimana banyak warga mendapatkan surat dengan stempel pos resmi yang di dalamnya tertulis ajakan untuk memilih salah satu calon tertentu, plus disertai uang Rp 10.000.

Diprotes Masyarakat

Di Sulawesi Selatan (Sulsel), petugas KPUD di beberapa kabupaten menambah kertas suara dan mendistribusikannya hingga pukul 00:00 Wita, Senin (27/6), setelah diprotes warga. Bahkan sepanjang hari kemarin warga Kabupaten Gowa sempat menduduki KPUD Gowa karena banyak warga yang tidak tercatat sebagai pemilih.

Menurut Anggota KPUD Sulsel, Mappinawang, Kabupaten Selayar menambah 7 ribu kertas suara karena banyaknya pemilih yang tidak terdaftar. Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Barru, Gowa, dan Soppeng. Menurut Humas KPUD Soppeng, Asmiadi, hingga pukul 00.00 Wita 4.900 kertas suara tambahan didistribusikan ke tujuh kecamatan. Karena sebelumnya hanya tercatat 159 ribu pemilih, namun setelah dilakukan pendataan ulang tercatat 164.021 pemilih.

Di Kabupaten Barru, menurut Ketua KPUD Barru, Abd. Rahim Yusuf, di wilayahnya juga banyak penduduk yang tidak terdaftar, karena data yang diberikan oleh Badan Statistik tidak akurat. Sehingga di lapangan ditemukan kartu pemilih yang merupakan anggota TNI, atau pemilih yang sudah meninggal dunia, serta ada pemilih ganda.

Meski demikian, Pilkada di sepuluh kabupaten di Sulsel untuk memilih 42 pasang bupati/wakil bupati yaitu Kabupaten Gowa, Bulukumba, Selayar, Maros, Pangkep, Barru, Soppeng, Luwu Utara, Luwu Timur dan Tana Toraja diwarnai “serangan fajar”.

Di Maros dan Pangkep tim sukses calon bupati/wakil bupati membagikan gula pasir sebanyak 2,5 kilogram dan sembako lainnya kepada warga.

“Pagi-pagi sekali, kami mendapat gula pasir 2,5 kilogram, katanya sih calon bupati nomor 3,” ujar Rahmiah, warga Desa Tala Manggape, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, kepada SH, Senin pagi. Calon nomor tiga yang dimaksud adalah pasangan Baso Anwar Mapparessa dan Hatta Rahman.

Hal senada diungkapkan Kemma, warga Desa Lokkasaile, Kabupaten Pangkep. Menurutnya, tadi pagi ia dan tetangganya mendapat sembako tapi tidak tahu dari calon yang mana. Hanya saja dari bisik-bisik tetangga, ia diminta mencoblos pasangan calon nomor 1, Gaffar Patappe dan Effendi Kasim.

Pilkada di Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin ini juga berjalan lancar. “Masalah distribusi logistik pemilu sudah dapat kami atasi. Sebanyak 502 TPS yang tersebar pada 11 kecamatan sudah menerima logistik pemilu,” kata Ketua KPUD Konawe Selatan, Endang, S.Ag, Minggu (26/6) malam.

Sebagaimana diketahui, sampai Sabtu (25/6) sejumlah kecamatan seperti La Onti, Konda, Kolono, dan Moramo belum mendistribusikan logistik pemilu sampai ke desa-desa. Bahkan petugas PPS (Panitia Pemungutan Suara) di setiap desa belum membuat TPS karena terbentur masalah dana dan honor petugas yang mendistribusikan logistik pemilu tidak jelas.

Sementara itu di Pekanbaru, pasangan yang diusung Partai Golkar, Syamsurizal-Normansyah Wahab, sementara mengungguli empat pasangan lain. Informasi yang diperoleh SH dari Desk Pilkada Bengkalis, Senin (27/6), Syamsurizal-Normansyah meraih suara terbanyak di enam kecamatan, dari 13 kecamatan yang ada. (*)


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: