Simon Lekatompessy: “Kami Sedang Mengupayakan Fraksi PDS”

PUSTAKALEWI.NET: Partai Damai Sejahtera (PDS) Surabaya di bawah kepemimpinan Simon Lekatompessy tampaknya akan “putar” haluan agar tidak ditinggalkan konstituennya. Kini, DPC PDS Surabaya tengah berupaya keras agar PDS punya fraksi sendiri di DPRD Surabaya.

Kesan publik bahwa PDS Surabaya tidak punya warna tampaknya “mengganggu” Simon Lekatompessy. Keinginannya agar PDS semakin didukung konstituennya yang mayoritas umat Kristen Surabaya membuat Simon berani menggulirkan gagasan agar PDS mempunyai fraksi tersendiri. Sebuah gagasan yang membuat banyak orang kaget dan bertanya-tanya, ada apakah gerangan?

“Dua bulan terakhir ini saya telah menggulirkan gagasan tersebut di internal partai,” ungkap Simon saat ditemui pustakalewi.com di kediamannya Sabtu (15/7) sore.

Menurut pengusaha periklanan ini, kini telah terbuka kesempatan bagi PDS memiliki fraksi tersendiri. Saat ditanya mengapa gagasan tersebut tidak dilakukan sejak semula, Simon mengatakan, saat itu (tahun 2004,-Red) Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) belum memungkin.

“Dua bulan lalu kami mendapat informasi dari DPP jika kini peraturan Mendagri yang mengatur tentang pembentukan fraksi telah diubah,” lanjut Simon dengan penuh semangat.

Untuk itu, Simon mengaku jika kini ia telah melakukan lobby dengan unsur pimpinan DPRD Surabaya agar diadakan rapat dewan untuk membahas soal Permendagri yang baru tersebut.

“Doakan, ya, agar segera terealisasi,” harapnya.

Ketika dikejar lebih jauh alasan mengapa ia menggulirkan gagasan tersebut, Simon berujar, “suara kenabian kita selama ini kurang terdengar. Setiap statement politik kita yang melalui fraksi Karya-Damai memang harus komproni dengan partai Golkar. Ini kan sulit!”

Hasil Pemilu legislatif kota Surabaya tahun 2004 lalu, setelah melalui drama yang “menegangkan” di legislatif akhirnya berujung pada “permufakatan” PDS dan Golkar bergabung dalam satu fraksi yang dinamai Fraksi Karya-Damai yang terdiri 4 anggota legislatif dari PDS dan 4 orang dari Golkar.

Hasil permufakatan itu menghasilkan satu kursi ketua komisi bagi PDS dan Ketua Fraksi bagi Golkar serta calon wakil walikota bagi PDS pada pilkada Surabaya tahun 2005.

Retna Bawangsa, Ketua PDS saat itu dapat duduk manis di kursi ketua Komisi A DPRD Surabaya. Kemudian, dalam Pilkada, PDS mencalonkan Ir.Benyamin Hilly menjadi calon wawali mendampingi Gatot Sudjito, calon walikota dari Golkar. Sayang, pertarungan ketika itu berujung dengan kekalahan telak.

Kini, setelah bermesraan kurang lebih dua tahun, tampaknya ikatan itu harus segera berakhir demi kelangsungan PDS di masa datang. Entah, bagaimana nasib ketua komisi A nanti jika fraksi PDS berhasil didirikan? Barangkali ikut tergusur. (*)


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: