PAN-PKS Ikut Soroti BK

JAWAPOS dan PKSJATIM.ORG: Mundurnya Gatot Sudjito dari kursi anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Jatim ibarat bola panas yang terus menggelinding. Kini sejumlah parpol (partai politik) ikut-ikutan mengkritisi mandulnya kinerja badan pimpinan Masjkur Hasjim itu. Mereka bahkan memberikan teguran keras kepada kadernya yang ikut menikmati empuknya kursi BK.

Salah satu parpol yang mengkritisi BK adalah PAN. Kemarin Sekretaris DPW PAN Jatim Sunartoyo menyatakan bahwa kinerja BK mendapat perhatian serius dari partainya. “BK di DPRD Jatim memang masih mandul. Belum ada gebrakan yang membanggakan,” katanya. Pernyataan itu dilontarkan Sunartoyo saat ditemui di Rumah PAN Jatim, Jl Darmokali, kemarin. Dia menyatakan, seharusnya BK bisa lebih berkiprah sebagai badan yang mengawasi kinerja dewan. “Kenyataannya kan tidak demikian. Malah, kini ramai menjadi sorotan masyarakat,” ujarnya.

Tapi, bukankah salah seorang anggota BK, Didik Setyobudi, berasal dari PAN? “Betul, kami juga sudah mengingatkan dia. Tapi, dia kan hanya anggota. Bagaimanapun, inisiatif seharusnya datang dari pimpinan BK,” katanya, seperti menyindir Ketua BK Masjkur Hasyim dan wakilnya, Ali Mudji.

Meski demikian, Sunartoyo mengaku akan menegur Didik. “Tentu saja dia akan kita tegur supaya meningkatkan kiprahnya sebagai anggota BK,” ujarnya. Sunartoyo juga menyatakan bahwa DPW PAN akan membahas masalah itu secara resmi seusai peringatan hari ulang tahun PAN pada 23 Agustus yang dipusatkan di Surabaya. “Saat ini, kita masih sibuk menyiapkan peringatan HUT PAN. Nanti masalah ini akan kita sikapi,” tandas pria yang dipercaya menjadi ketua panitia HUT PAN itu.

Ketua DPW PKS Jatim Ja’far Tri Kuswahyono sependapat bahwa kinerja BK perlu lebih ditingkatkan. “Secara umum, objektivitas BK dalam menilai persoalan dewan serta kinerjanya memang masih belum optimal,” katanya. Sayang, Ja’far enggan mengomentari lebih lanjut.

Dia mungkin merasa tidak enak. Itu bisa dimaklumi. Sebab, tiga kader PKS di dewan tidak masuk dalam keanggotaan BK. Selain itu, mereka juga memiliki pengalaman buruk terhadap amburadulnya kinerja BK sekitar setahun lalu. Waktu itu, BK mengumumkan daftar nama-nama anggota dewan yang sering bolos rapat paripurna.

Dari daftar itu, sejumlah kader PKS ternyata menduduki peringkat teratas sebagai anggota dewan yang paling sering bolos. Belakangan, data tersebut ternyata tidak valid. Puncaknya, PKS sempat mengancam akan menggugat BK karena dianggap mencemarkan nama baik kadernya di dewan. Untung, konflik itu bisa diredakan pimpinan dewan. Ja’far tidak membenarkan atau pun membantah hal itu. “Saya dan teman- teman PKS di dewan sepakat akan cooling down dalam masalah ini. Sebaiknya polemik BK diselesaikan secara internal,” ujarnya.

Pada bagian lain, Wakil Ketua Dewan Ridwan Hisjam juga mengakui bahwa BK tidak bergigi. Namun, dia menyatakan bahwa hal itu juga disebabkan peraturan yang tidak mendukung. “Di DPRD Jatim, BK baru bekerja kalau ada perintah atau petunjuk pimpinan dewan. Kalau tanpa itu, mereka hanya akan melakukan tugas-tugas rutin biasa,” katanya. Ini, lanjut Ridwan, berbeda dengan BK DPR RI yang lebih leluasa bergerak. “Meski tanpa perintah pimpinan dewan, BK DPR RI bisa langsung menyikapi permasalahan yang terkait dengan kedisiplinan anggota,” tandas ketua Kosgoro 1957 Jatim itu. (*)


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: