Massa Minta Ketua Dewan Lengser

JAWAPOS: Suasana di luar ruangan sidang paripurna tak kalah panas. Lebih dari seratus pendukung Gus Dur berunjuk rasa. Mereka mendesak agar Fathorrasjid turun dari kursi ketua dewan. “Mereka sudah bukan PKB. Apalagi sudah ada PKNU. Seharusnya, mereka legawa mundur karena bukan wakil kami,” ujar Ainul Yakin, salah seorang peserta demo.

Setelah paripurna, ketegangan terus berlanjut. Massa pro-Gus Dur mendesak dipertemukan dengan jajaran pimpinan dewan. Namun, mereka hanya ditemui Wakil Ketua Dewan Ridwan Hisjam, anggota FPG Gatot Sudjito, anggota FPP Jamal Abdullah Alkatiri, anggota FPDIP Zainal Abidin, dan anggota FDK M. Subhan.

Dalam pertemuan itu, Gatot menyatakan bahwa paripurna kemarin sudah memberi arti positif bagi PKB kubu Gus Dur. “Ibaratnya, pintunya kini sudah terbuka. Kami sudah membuka pintu. Silakan teman-teman PKB mempercepat proses penyelesaian masalah ini,” ujar Gatot.

Di tempat terpisah, kubu Pro-Anam terus melawan. Kali ini, mereka menggugat kepengurusan DPW PKB Nahrawi. Mereka menganggap DPW tersebut cacat hukum. Sebab, muswilub dilakukan saat putusan MA bernomor 1896 K/Pdt/2005 tertanggal 15 November 2005 memenangkan gugatan Alwi Shihab.

“Seharusnya, saat itu DPP PKB Muhaimin tidak boleh mengesahkan PKB Nahrawi,” ujar kuasa hukum PKB Anam, Trimoeldja D. Soerjadi.

“Muswilub itu cacat hukum. Jadi, keberadaannya batal demi hukum,” kata Ketua Lakum HAM DPW PKB Jatim Ahmad Firdaus Fibrianto.

Arif Djunaedy, sekretaris DPW PKB Anam, meminta agar semua pihak memahami bahwa PKB Jatim masih terlibat konflik hukum. “Jadi, semua pihak jangan mengambil sikap apa pun terkait dengan PKB selama konflik hukum belum selesai,” tegasnya. (*)


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: