Ada Praktik Penyembunyian Anggaran dalam RAPBD 2008

DUTA MASYARAKAT:Sorotan tajam mengarah telak ke arah tim anggaran Pemprop Jatim. Mereka dinilai melakukan praktik menyembunyikan sebagian PAD untuk kepentingan politik tertentu. Angkanya pun tak main-main: Rp 503 miliar. Gila!

Tim anggaran Pemprop Jatim diduga sengaja ingin menyembunyikan sebagian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 503 miliar dalam RAPBD Jatim 2008. Motifnya, beberapa potensi PAD yang seharusnya masuk proyeksi target sengaja tidak dimasukkan dan tidak disetor ke kas daerah.

Ditenggarai dana tersebut diparkir di beberapa bank tertentu, yang bunganya dapat dipergunakan untuk kepentingan politik tertentu. Pernyataan ini dikemukakan Wakil Ketua FPG DPRD Jatim, Gatot Sudjito kepada wartawan usai rapat Paripurna DPRD Jatim tentang Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap RAPBD 2008 di Gedung DPRD Jatim, Jl Indrapura Surabaya, Senin (12/11) kemarin.

Menurut Gatot, praktik menyembunyikan sebagian PAD ini ditenggarai dilakukan sejak APBD 2007 lalu, kata Asumsinya, pada 2006 PAD ditargetkan hanya Rp 3.525.397.177.458 namun realisasinya setelah perhitungan mencapai Rp 3.706.555.817.928, sehingga terdapat selisih (naik) hampir Rp 200 miliar. “Potensi kenaikan PAD setiap tahun yang mencapai Rp 200 miliar inilah yang ditenggarai sengaja disembunyikan,” terangnya.

Sementara pada 2007, jumlah PAD yang disembunyikan mencapai Rp 181.158.640.470,47. Apabila PAD 2007 diestimasikan bertambah Rp 200 miliar dibanding 2006, maka jumlah anggaran yang disembunyikan pada APBD 2007 mencapai Rp 381 miliar. “Target PAD 2007 hanya sebesar Rp 3,525 triliun, sedangkan secara keseluruhan pendapatan daerah tahun 2007 adalah Rp 5.103.474.177.458,” beber Gatot.

Ironisnya, lanjut Gatot, pada RAPBD 2008 ini PAD hanya ditargetkan Rp 3.584.133.471.300 dari total pendapatan daerah yang diusulkan mencapai Rp 5.317.663.914.746. Sehingga PAD RAPBD 2008 yang disembunyikan mencapai Rp 303.580.987.098,94. “Padahal kalau diasumsikan setiap tahunnya PAD naik Rp 200 miliar, maka jumlah PAD yang patut diduga disembunyikan eksekutif menjadi Rp 503 miliar,” tegas wakil ketua Komisi C itu.

Sumber pendapatan daerah itu meliputi PAD, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Selain PAD, potensi pendapatan daerah yang diindikasi kuat disembunyikan oleh eksekutif juga berasal berasal dari pendapatan bagi hasil pajak, seperti dari PBB, BBHM, Migas, PP 21, PP 25, dan PP 29 serta DAU.

Dalam RAPBD 2008, pendapatan bagi hasil pajak hanya dicantumkan sebesar Rp 696 miliar tanpa disertai perincian. “Padahal pendapatan bagi hasil pajak pada 2007 secara total mencapai Rp. 2,033 triliun,” tukas Gatot.

Ditambahkan, pada 2008 mendatang potensi PAD Jatim akan semakin bertambah besar karena pemerintah pusat bakal merealisasikan bagi hasil pajak cukai yang secara nasional yang mencapai Rp 42 triliun.

“Kalau Jatim mendapat bagian 40%, maka setidaknya kita akan mendapat bagian sebesar Rp 336 miliar,” beber Gatot. Dari estimasi Rp 336 miliar tersebut, kabupaten/kota mendapat jatah Rp 235 miliar dan propinsi Rp 101 miliar.

Semakin banyaknya kejanggalan perencanaan anggaran APBD 2008 ini menunjukkan kalau kinerja dan prestasi pemerintah propinsi sebenarnya jeblok. Hal ini lebih disebabkan eksekutif dalam membuat RAPBD 2008 terkesan tergesa-gesa, bahkan lebih cenderung copy paste pada APBD tahun-tahun yang lalu.

Namun, dean tidak akan gegabah menyikapi temuan ini. “Mudah-mudahan ini bukanlah kesengajaan eksekutif namun hanya karena kurang jelinya dalam membuat rancangan anggaran dan segera diklarifikasi dan diperbaiki,” tegas Gatot.

“Yang penting dalam membuat RAPBD itu jangan tergesa-gesa dan jangan sampai terlambat.”Sementara Sekretaris Daerah Propinsi Jatim (Sekdaprop), Soekarwo saat dikonfirmasi di sela-sela rapat Paripurna DPRD Jatim mengeluarkan bantahannya. “Eksekutif menyembunyikan sebagian dana PAD itu tidak benar,” jelasnya.

Namun dia mengakui kalau dana yang diduga disembunyikan tersebut memang ada, tapi sudah disimpan di Dispenda Propinsi Jatim agar tidak di utak-utik. “Tujuannya dipergunakan untuk kekuatan PAK 2008 mendatang,” bebernya.(*)


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: