Dianggap Kongkalikong dan Tak Becus Memimpin

PDSSURABAYA.COM: Hawa panas kembali menyelimuti gedung DPRD Jatim. Sejumlah anggota fraksi mendesak adanya rolling pimpinan DPRD yang saat ini dijabat Fathorrasjid (ketua), Ridwan Hisjam (wakil ketua I), Suhartono (wakil ketua II) dan YA Widodo (wakil ketua III).

Desakan tersebut muncul dari anggota yang menganggap kepemimpinan ketua dan wakil ketua saat ini tidak mampu menampung aspirasi 100 anggota DPRD.

Berdasar informasi yang dihimpun, sejumlah anggota mulai menggalang dukungan diadakan pergantian pimpinan ini. Bahkan sejumlah politisi senior ikut mempeloporinya.

Mereka itu antara lain, Sabron Djamil Pasaribu (FPG), Gatot Sudjito (FPG), Dja’far Shodiq (FKB), Ahmad Sufiyaji (FKB), Kusnadi (FDIP), Bambang Suhartono (FDIP), Musyafak Noer (FPPP), serta Suharto (FDK). Intinya, mereka resah dengan para pemimpin yang ada sekarang ini.

Rencana tersebut dibenarkan anggota FPG, Gatot Sudjito. Ia menganggap pelanggaran-pelanggaran terkait tata tertib DPRD kerap kali dibiarkan pimpinan.

“Dari pantauan kami, banyak aturan tata tertib yang dilanggar. Makanya kita sepakat untuk melakukan kocok ulang pimpinan,” tegas Gatot, Rabu (26/12).

Pelanggaran yang dimaksud adalah pimpinan dewan seringkali memaksakan kehendaknya kepada anggota seluruh anggota DPRD Jatim. Seperti tanda tangan angket seragam dewan baru-baru ini yang kontroversial.

Kemudian, persoalan absensi anggota DPRD yang tidak pernah ditindaklanjuti pimpinan dewan. Tak hanya itu, pimpinan juga kerap kali mengatasnamakan DPRD tanpa melalui persetujuan bersama.

Tak jarang, terkait dengan keputusan-keputusan penting DPRD, pimpinan tidak mengajak bicara seluruh anggota. Pimpinan hanya mengajak ketua fraksi dan ketua komisi saja.

“Tindakan itu termasuk melanggar tata tertib,” tandas Gatot yang menyebutkan rapat pimpinan itu tidak seharusnya diikuti ketua komisi dan ketua fraksi.

“Itu sama dengan kongkalikong terselubung,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Dja’far Shodiq dari FKB. Upaya pergantian pimpinan DPRD itu segara direalisasikan dalam sidang paripurna yang berlangsung Jumat (28/12). Ia bersama anggota DPRD kecuali 4 pimpinan akan melakukan permintaan resmi.

“Selama ini, empat pimpinan itu membungkam apresiasi anggota, jalan satu-satunya mereka diganti,” tukasnya.

Menurutnya, tindakan pimpinan dewan selama ini sudah kelewat batas dan dianggap bersikap sewenang-wenang terhadap sebuah kebijakan pemerintahan.

“Wajar jika kebijakan pembangunan propinsi ini banyak yang terhambat. Pimpinan yang ada sekarang ini tidak tegas dan tidak becus memimpin,” ucapnya.

Ia lantas menyindir soal pergantian antar waktu (PAW) yang kerap diolor-olor oleh para pimpinan dewan. Padahal, partainya sudah mengajukan permintaan. Seperti PAW 19 anggota PKB, PAN (Suli Daim), PDIP (Husen dan Pudjo Setiono).

“Terkesan pimpinan dewan yang melindungi PAW, itu kan tidak dibenarkan,” pungkasnya.(*)


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: