PKNU Ikutan Bahas Pilgub Jatim

SEPUTAR INDONESIA dan GP-ANSOR.ORG: Meski belum punya hak untuk merekomendasi Cagub, namun Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) tak ingin ketinggalan momentum Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim mendatang.

DPW PKNU Jatim akan membicarakan masalah pilgub dalam muswil (musyawarah wilayah) dan muskerwil (musyawarah kerja wilayah) pertama, 27 Januari mendatang. Ketua DPW PKNU Jatim Abdullah Zaim mengatakan, pilgub akan menjadi agenda pembahasan khusus. Sebab, partai yang dipimpinnya merupakan bagian dari elemen masyarakat Jatim.

“Pilgub tetap menjadi agenda pembahasan pada muswil nanti,” kata Abdullah dalam konferensi pers kemarin. Dia mengakui,PKNU yang siap verifikasi ini tidak mungkin mengusung calon sendiri. Untuk itu, sikap PKNU akan mengusung satu di antara nama calon yang sudah muncul di permukaan. Abdullah mengisyaratkan, cagub yang akan didukung adalah tokoh NU (Nahdlatul Ulama).

“Karena PKNU dilahirkan dan tak lepas dari NU,maka calon yang kemungkinan akan didukung adalah kader NU,” kata Abdullah. Sayangnya, dia tidak menjelaskan nama tokoh NU yang dimaksud. Bagaimana dengan tokoh militer yang belakangan mencuat, seperti Pangdam V/Brawijaya Bambang Suranto.

Abdullah tak mengiyakan tapi juga tidak membantah.Yang jelas,katanya,PKNU saat ini sedang mempelajari atau membahas namanama yang berpeluang bisa menang. Tak hanya tokoh NU atau militer, partai yang memiliki 38 DPC dan 435 DPAC itu juga menyebut calon perseorangan.Hanya saja, saat ini, calon perseorangan masih terganjal regulasi yang hingga memasuki 2008 ternyata masih belum disahkan DPR.

“Tentunya, forum muswil dan muskerwil akan menyikapi molornya regulasi calon independen. Nanti dibicarakan,”tegasnya. Mantan wartawan ini menegaskan, sikap PKNU akan diketahui setelah 27 Januari. Sebab, keluarnya rekomendasi atau keputusan partai terkait pesta demokrasi langsung Juli 2008 tetap diserahkan kiai dan alim ulama.

“Para kiai akan menentukan, apakah PKNU menjadi mesin politik atau mencalonkan sendiri,”tuturnya. Dia mengatakan,muswil yang digelar di Islamic Center ini akan menghadirkan 17 kiai pendiri PKNU, di antaranya Abdullah Faqih (Langitan Tuban), Sofyan Miftah (Situbondo),Idris Marzuki (Kediri), Nurul Huda Djazuli (Kediri), Abdurrahman Chudlori (Jateng), Sholeh Qosim (Sidoarjo),Mas Achmad Subadar (Pasuruan).

Sementara itu,Partai Golkar tak bisa menutupi keinginan menggaet Ketua PWNU Jatim Ali Maschan Moesa untuk bersanding dengan Soenarjo. Terakhir, mimpi itu diungkapkan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Gatot Sudjito. Tanpa menutup-nutupi, Gatot memberikan “poin”tinggi pada sosok yang memimpin PWNU dua periode itu.

Menurut Gatot, Ali Maschan merupakan figur yang pas dan sangat serasi jika bersanding dengan calon gubernur (cagub) Partai Golkar Soenarjo. “Kalau Pak Narjo (Soenarjo) dan Ali Maschan maju bersama-sama, saya yakin akan mendapat suara terbanyak.

Bahkan, saya tak ragu lagi mereka bisa memenangkan Pilgub Jatim,” kata Gatot pada acara Musrenbang di Pemprov Jatim. Digambarkannya, keduasosokitu (Soenarjo dan Ali Maschan) saling melengkapi.Soenarjo menjadi sosok yang muncul dari kalangan nasionalis, sedangkan Ali Maschan mewakili kalangan agamais. Itulah yang selama ini diidamkan Partai Golkar.

Tapi, dia menekankan, itu jika bicara dari sisi kecocokan saja. Sedangkan untuk mewujudkannya, dia mengaku belum tahu. Pasalnya, Soenarjo yang sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jatim juga belum mengumumkan hasil “perburuan” terhadap Ali Maschan. Sekadar diketahui, Partai Golkar hingga kini memang masih menunggu jawaban kesediaan Ali Maschan menjadi pendamping Soenarjo. Namun Partai Golkar tak sendiri, karena sejumlah calon juga mengidamkan Ali, di antaranya Achmady (cagub PKB) dan Soekarwo (bakal calon PDIP).

Sedangkan Ali Maschan sendiri terkesan tanpa beban menghadapi para cagub dan belum memberikan sinyal apa-apa. Ketua PWNU Jatim ini mengaku masih menunggu keputusan dari sang ibu,yang dianggapnya sebagai pemberi pertimbangan paling bagus. Dari DPD PDIP Jatim diperoleh informasi, DPP PDIP memanggil para elite PDIP Jatim untuk membahas kelanjutan rekomendasi cagub.

Pemanggilan ini sudah ke sekian kalinya,namun belum diperoleh hasil yang jelas. Ketua DPD PDIP Jatim Sirmadji maupun sekretarisnya, Kusnadi belum bisa memberikan keterangan seputar pertemuannya dengan DPP. Sayangnya Sirmadji mengelak tentang pemanggilan dirinya ke Jakarta mengenai soal Pilgub Jatim.

Menurutnya, pemanggilan dirinya tidak ada kaitannya dengan rekomendasi gubernur ataupun rekomendasi bagi beberapa bupati atau wali kota di Jatim. “Ini murni urusan partai tidak ada urusan rekom- rekoman,”tandasnya.


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: