Golkar Mulai Ketar-ketir Waspadai Kekalahan di Jabar Terulang di Jatim

Surya: – Kekalahan pasangan Danny Setiawan/Iwan Sulanjana dalam Pilkada Jabar membuat Partai Golkar ketar-ketir. Tak ingin ini terulang pada Pilgub Jatim 23 Juli 2008 mendatang, partai berlambang beringin ini pun merapatkan barisan. Mereka menggelar rakorbid tim pemenangan dan lembaga pemenangan pemilu di kantor DPD Partai Golkar Jatim di Surabaya, Senin (14/4).

Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menegaskan, hasil Pilkada Jabar benar-benar memberi pelajaran berharga bagi mereka. Jawa Barat yang justru menjadi basis Golkar, yang lebih besar bila dibandingkan Jatim dan Jateng, ternyata tidak memberikan kemenangan. “Hasil (kekalahan) itu membuat kami agak terpukul di sana,” ujar Priyo.

Belajar dari kekalahan itu, meski banyak survei menyatakan Soenarjo memiliki popularitas tinggi, namun Golkar melihat kemungkinan menang dan kalah dalam Pilgub Jatim masih sama. Mereka harus mewaspadai segala kemungkinan. “Ya, deg-degan juga. Kalau luar Jawa, kami yakin banyak menangnya,” kata ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI ini.

Dengan waktu yang masih tersisa selama tiga bulan ini, Golkar akan terus mengonsolidasikan mesin partai. Kepada Ali Maschan, Priyo meminta sebagai tokoh nahdliyin dan simbol NU, ia harus terjun langsung dan all out menggalang suara. Golkar juga menyadari bahwa dukungan suara untuk mereka di Tapal Kuda masih lemah dibandingkan dengan wilayah Mataraman. Karena itu, mereka akan memperlakukan kawasan Tapal Kuda tersebut secara khusus.

“Di Mataraman, posisi kami relatif kuat. Namun di Tapal Kuda, Insya Allah nanti kami akan masuk melalui kiai karismatis, putra-putra kiai dan jalur santri, serta relawan-relawan,” tegasnya.

Dalam rapat tertutup kemarin terungkap, untuk meraup suara besar di kawasan Tapal Kuda memang berat. Salah satu penyebabnya, pasangan yang memiliki akronim Salam ini, tidak memiliki ketokohan kuat di wilayah tersebut. Meski Ali merupakan simbol NU.

Selain itu, pasangan yang diusung Partai Golkar ini tidak bisa berbahasa Madura, padahal kawasan Tapal Kuda dihuni penduduk etnis Madura. “Pak Soenarjo lebih populer di kawasan Mataram atau Jawa Timur bagian barat,” kata Gatot Sudjito, Ketua DPW PG Jatim.

Ia menambahkan, pertarungan ketat di NU juga mempengaruhi. Ada tiga cagub dan satu cawagub dari NU. Selain Ali, ada Achmady yang maju sebagai cagub lewat PKB, Saifullah Yusuf yang maju sebagai cawagub lewat PAN-Demokrat, dan Khofifah Indar Parawansa yang maju melalui koalisi partai kecil. “Hitungan realistis, kami hanya mampu meraih 25 persen suara dari NU,” ujar Gatot. (Surya, 15 April 2008)


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: