Kuat di Mataram, Bolong di Tapal Kuda

Golkar Minta Salam Dekati Massa Nahdliyin

Jawa Pos: – Hasil survei Partai Golkar (PG) menunjukkan bahwa jago mereka, Soenarjo-Ali Maschan Moesa (Salam), hanya memiliki jaringan massa kuat di kawasan Mataraman, antara lain, Madiun, Magetan, Ponorogo, dan sekitarnya. Namun, sampai saat ini mereka tetap kesulitan menembus kawasan tapal kuda (Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, dan sekitarnya) yang didominasi massa NU.

Masalah itu merupakan salah satu pembahasan dalam rapat koordinasi (rakor) jajaran DPP dan DPD PG Jatim bersama seluruh cabang di Kantor DPD PG Jl Ahmad Yani, Surabaya, kemarin (14/4).

“Pada prinsipnya, dari beberapa hasil survei, sampai hari ini pasangan Salam masih yang tertinggi. Tapi, kita harus belajar dari kasus Pilkada Jabar atau Pilkada Bojonegoro,” kata ketua DPP PG Priyo Budi Santoso kepada wartawan usai rakor kemarin. Seperti diketahui, calon yang diusung Golkar di Pilkada Jabar dan Bojonegoro kalah telak dari calon lain. Padahal, mereka diunggulkan oleh hasil survei.

Priyo mengakui sampai saat ini mayoritas dukungan kepada pasangan Salam masih terfokus di kawasan Mataraman. Sedangkan tapal kuda masih perlu mendapat perhatian lebih intensif. Menurut Priyo, hal itu tidak lepas dari karakteristik masyarakat di kawasan tapal kuda yang masih begitu kental nuansa nahdliyin-nya. “Makanya, kami sepakat kawasan tapal kuda harus mendapat perhatian ekstra. Beberapa strategi sudah kami siapkan.”

Meski enggan menyebut secara detail, Priyo menyebutkan beberapa cara yang akan dilakukan. Antara lain, melakukan pendekatan intensif kepada para ulama sepuh di kawasan itu.

PG tidak hanya menggunakan jaringan partai untuk memperkenalkan pasangan tersebut kepada publik. “Kami menyiapkan relawan-relawan yang diambil dari kalangan pesantren,” katanya.

Jika mengacu pada hasil Pemilu 2004 lalu, dukungan suara Partai Golkar paling dominan di kawasan Mataraman. Tengok saja di beberapa Dapil seperti Dapil VII (Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Ngawi, dan Magetan). Meski kalah dari PDIP, Golkar berhasil unggul atas PKB dengan perolehan mencapai 375.051 suara (21 persen).

Di atas kertas, lemahnya suara Salam di tapal kuda seharusnya bisa ditutupi Ali Maschan Moesa yang memiliki latar belakang NU tulen. Apalagi, Ali adalah ketua PW NU Jatim dua periode berturut-turut. “Bagi kami, Pak Ali telah menjalankan fungsinya dengan baik. Beliau terus melakukan pendekatan. Tapi, untuk bisa mendapat dukungan massa tapal kuda, dibutuhkan berbagai strategi,” imbuh Wakil Ketua DPD PG Jatim Gatot Sudjito. (Jawa Pos, 15 April 2008)


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: