Kader Tak Loyal Diancam Sanksi

GOLKAR-PKB PAKAI TANGAN BESI
SINDO: Fenomena kemenangan PDIP di Jawa tengah (Jateng) membuat Partai Golkar dan PKB ketar-ketir juga. Golkar yang mengusung duet Soenarjo-Ali Maschan Moesa (Salam) langsung merapatkan barisan, menginstruksikan seluruh kadernya memenangkan Salam.

Wakil Ketua Tim Pemenangan Salam Gatot Sudjito mengatakan, seluruh kader Golkar harus patuh pada instruksi partai. Sebab, pencalonan Salam merupakan hasil dari mekanisme partai sehingga harus dilaksanakan. Bagi Golkar, tidak ada dua kader yang bertarung. Hanya Soenarjo yang akan diperjuangkan.

:Memenangkan Salam adalah kewajiban seluruh jajaran partai. Jika kalah, yang manggung malu adlah partai, bukan orang lain,”ujarnya.

Belajar dari kekalahan di daerah lain, kini Golkar di Jatim tak hanya mengandalkan mesin partai. “Untuk itu, di jatim ini kami tidak hanya mengandalkan mesin partai, tapi organisasi-organisasi multisektoral,” ujranya.

ketua tim pemenangan Sutjipto Ridwan Hisjam(SR) Ali Mudji, tidak mempermasalahkan instruksi partai Golkar itu. “Pak Ridwan juga memiliki pendukung dan simpatisan di Partai Golkar. Saya juga yakin bahwa Ridwan tahu bagaimana mendapatkan suara dari anggota partai Golkar. Itu yang tahun caranya hanya Pak Ridwan,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dilakukan PKB versi Gus Dur yang mengusung pasangan Achmady-Suhartono (Achsan). “DPP minta agar seluruh jajaran PKB serta tim pemenangan untuk all-out mendukung duet ini agar kejadian di Jateng tidsak terulang di Jatim,” ujar Ketua Pokja pilgub DPW PKB Jatim Aminurrahman kemarin.

Selain tim pemenangan, para anggota legislatif dan kepala daerah dari PKB juga juga diwajibkan membantu Achsan. Caranya, menggalang dukungan di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Jika tidak, ‘sanksi’ berat sudah menunggu. “Jika tidak, DPP melarang kepala daerah itu mencalonkan diri lagi periode mendatang,” lanjut Aminurrahman.

Direktur The Achmady Institute Abdul Wahid Asy’ari mengungkapkan, sisa waktu sampai menjelang pemilihan akan terus dioptimalkan untuk mendulang suara. “Kami terus berkeliling untuk sosialisasi,” ungkapnya.
(Sindo, Surabaya, 27 Juni 2008)


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: