Memalukan, Rapor Merah Golkar Jatim

SURYA Merosotnya perolehan suara pasangan Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win) dalam pilpres 8 Juli di Jatim menambah panjang rekor keterpurukan perjalanan politik Partai Golkar. Dalam kurun waktu dua tahun mengalami tiga kali kekalahan.

Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim, Yusuf Husni berpendapat kekalahan pasangan yang diusung partai berlogo pohon beringin itu menjadikan rapor merah PG Jatim tidak kunjung terselesaikan. Kekalahan pertama saat pemilihan gubernur (pilgub) Jatim pertengahan tahun 2008 lalu, jagonya, Ketua DPD Golkar Jatim Soenarjo langsung gugur pada putaran pertama. Kemudian Pileg 2009, PG Jatim hanya mampu memperoleh 9,7 persen suara atau 11 kursi di DPRD Jatim. Terakhir, Pilpres PG Jatim hanya bisa menyumbang suara 11 persen bagi capres JK – Win.

“PG Jatim rapor politiknya merah. Pilgub, pileg, dan pilpres hasilnya memalukan,” lontar Yusuf Husni kepada Surya, Kamis (9/7). Mengkritisi rekam jejak PG Jatim, maka mantan Humas DPD PG Jatim itu mengusulkan adanya evaluasi terhadap kinerja mesin partai. “Sekarang ini waktu yang tepat evaluasi secara buka-bukaan, atau Golkar Jatim semakin tertinggal dari partai lain,” tukasnya.

Wakil Ketua DPD PG Jatim Gatot Sudjito mengakui perlu adanya paradigma baru bagi PG. Salah satunya, merubah dari partai pemerintah menjadi partai mandiri. “Ke depan, PG harus dipimpin orang yang mampu menjadikan PG mandiri dan tidak boleh lagi bergantung pada pemerintah,” kata Gatot.

Mengenai pelaksanaan Pilpres, Gatot mengatakan rendahnya perolehan suara karena ada gerakan-gerakan pengembosan yang dilakukan sejak awal termasuk pro dan kontra majunya JK sebagai capres. Ini terjadi karena figur ketua umum belum mengkultus di partai. Ketidaksolidan kader ini, lanjut Gatot, harus menjadi perhatian bagi evaluasi mendatang.
Surya, Jumat, 10 Juli 2009 | 12:19 WIB


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: