Golkar Jatim Belum Satu Suara

SURYA Golkar Jatim belum satu suara untuk menentukan dukungan terhadap salah satu kandidat yang bakal maju sebagai ketua umum di Munas Golkar mendatang. Golkar Jatim masih akan bertemu DPD-DPD se Jatim untuk mengkomunikasikan, apakah perlu satu suara atau dibebaskan pilihan.

Wakil Ketua DPD PG Jatim Gatot Sudjito, Jumat (7/8) mengatakan, meski saat ini bermunculan kandidat ketum di Jatim, namun Golkar Jatim masih perlu bertemu untuk melakukan koordinasi. “DPD I akan konsolidasi dengan DPD-DPD II terkait munas nanti. Memang hakekatnya demokrasi boleh beda, tetapi kalau menjadi satu kan lebih bagus,” ujarnya.

Konsolidasi dengan DPD kabupaten/kota ini bakal berlangsung usai Rapimnas yang bakal digelar 12-13 Agustus. Menurutnya, DPD Jatim mengharap, agar DPD-DPD kabupaten/kota se Jatim juga mempertimbangkan kebutuhan Golkar Jatim dan nasional dalam menentukan jago yang bakal didukungnya. “Selain dengan melihat figur, tentunya kami mengharap juga melihat program-program yang ditawarkan, termasuk bagaimana nantinya di Jatim,” tegasnya.

Diakuinya, selama ini, dua kandidat yakni Aburizal Bakrie dengan Triple A-nya, dan Surya Paloh sudah melakukan gerilya ke beberapa daerah di Jatim. Bahkan, mereka menjadikan Jatim sebagai salah satu lumbung suara. “Ini wajar, karena Jatim sebagai lumbung suara terbesar di Indonesia, yakni 38 DPD II,” katanya.

Sementara itu, fungsionaris Golkar Jatim lainnya, Lambertus Wajong mengatakan rapimnas juga menentukan waktu penyeleggaraan munas dan musda. Semula, jadwal musda DPD II 1 Agustus – 30 September 2009, DPD I 1 Oktober – 30 November 2009, dan munas digelar Desember 2009. Soal kandidat kuat untuk DPD Jatim, Lambertus menyebut ketua sekarang Soenarjo masih kuat.

“Saya pikir semua calon itu punya peluang yang sama untuk bisa lolos jadi ketua Golkar Jatim,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah warga korban lumpur Lapindo menolak Aburizal Bakrie sebagai calon ketua umum Partai Golkar. Menurut mereka kursi ketua umum itu akan dijadikan jembatan bagi Aburizal untuk menutup kasus luapan lumpur itu.

“Sangat mungkin jika memimpin Golkar nanti, dia akan menggunakan kekuatan politiknya untuk kepentingan di Porong. Masih banyak warga yang belum menerima ganti rugi sepeser pun ” kata Ipung M Nizar, korlap Komite Warga Porong Korban Lumpur.

| Sabtu, 8 Agustus 2009 | 10:41 WIB | Posts by: jps | Kategori: Politik |


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: