Bursa Wakil Ketua DPRD Jatim, PKB Pilih 3 Wakil, Soenarjo Terganjal Aturan DPP

SURYA DPW PKB Jatim sudah mengantongi tiga nama untuk dicalonkan menjadi wakil ketua DPRD Jatim. Mereka semua bukan lagi berasal dari Tapal Kuda yang selama ini disebut-sebut penyumbang suara terbesar PKB, melainkan dari daerah mataraman. Mereka adalah Zainuddin Nawawi (Ngawi), Halim Iskandar (Jombang) dan Muhaimin Hadi (Kediri).

Humas DPW PKB Jatim, Ari Rangkuti mengatakan, alasan kuat PKB memilih mereka bukan berdasarkan daerah, namun pengalaman duduk di jajaran pimpinan DPRD kabupaten. Dengan demikian, mereka mengetahui apa yang akan dikerjakan untuk PKB dan memperjuangkan nasib warga nahdliyin selain ada tugas dari DPW yang diemban.

“Tapi, kami tidak menutup peluang bagi anggota (legislatif) yang lain. Asalkan, memiliki loyalitas dan bisa mengemban tugas partai, kami persilakan mengajukan diri,” papar Ari di Surabaya, Minggu (9/8).

Senada dengan Ari, Sekretaris DPW PKB, Khoiruddin Abbas menambahkan, ketiga nama itu sudah digodok ditingkat DPW. Menurutnya, hal itu karena PKB menginginkan orang yang terpilih memiliki loyalitas dan benar-benar bisa menjadi cermin warga nahdliyin. Serta mampu memperjuangkan nasib mereka, terutama di bidang ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. “Kami akui, kemarin (anggota lama) kinerjanya kurang maksimal dalam memperjuangkan aspirasi warga nahdliyin. Salah satunya banyak konflik di internal PKB. Apalgi ada yang nyempal ke partai lain,” tandasnya.

Sementara itu, peluang Soenarjo, Ketua DPD Golkar Jatim untuk menduduki kursi wakil ketua DPRD Jatim 2009-2014 terganjal aturan DPP. Dalam surat pedoman DPP B-193.Golkar.VII/2009 yang ditandatangani Ketua Umum Jusuf Kalla dan Sekjen Soemarsono yang salah satunya menyebut calon harus berpengalaman anggota dewan dan berasal dari unsur pimpinan Golkar sesuai tingkatannya. Padahal Soenarjo sama sekali tidak punya pengalaman menjadi anggota dewan.

Anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Jatim Yusuf Husni membenarkan nasib yang menimpa Soenarjo itu. ”Pak Narjo (Soenarjo) tampaknya tak bisa menjadi wakil ketua dewan, sebab ada aturan DPP seperti itu,” ujarnya.

Sebaliknya surat itu membuka peluang bagi Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jatim Gatot Soedjito yang menjabat Wakil Ketua DPRD Jatim (2004-2009) dan Sabron Djamil Pasaribu (Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jatim) yang dua periode menjadi anggota dewan.iks/bet
Berita Terkait

| Senin, 10 Agustus 2009 | 7:10 WIB |


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: