FPAN dan FPG Kawal Jalur Lintas Selatan (JLS)

Liputan Pers

Dikutip dari: mti-indonesia.com, 23 Desember 2011

Surabaya, mti-indonesia.com
Keinginan Gubernur Jatim, Soekarwo untuk menyelesaikan Jalur Lintas Selatan (JLS) pada 2014 didukung penuh DPRD Jatim. Setelah FPAN Jatim akan mengawal APBD Jatim untuk mengalokasikan anggaran untuk JLS, kini giliran Fraksi Partai Golkar (FPG) Jatim berencana melakukan pertemuan dengan Anggota DPR RI dapil Jatim yang difasilitasi oleh Ketua FPAN Jatim, Kuswiyanto menegaskan pihaknya terus mengawal penyelesaian JLS, karena program tersebut sudah masuk dalam raperda RTRW Provinsi Jatim. Bahkan, dengan diselesaikannya JLS mampu menekan angka disparitas wilayah antara Selatan dan Utara Jatim serta meningkatkan perekonomian masyarakat. ”Untuk itu, saya minta anggota FPAN yang ada di Pansus RTRW terus mengawal penyelesaian JLS,”tegas pria yang juga Anggota Komisi E DPRD Jatim ini, Kamis (22/12).

Sementara itu, Ketua FPG Jatim, Gatot Sudjito mengaku terus melakukan komunikasi dengan DPR RI dapil Jatim yang difasilitasi oleh DPD Partai Golkar Jatim. ”Yang pasti, partai terus mendorong agar kader golkar yang duduk di DPR RI terus mendorong pemerintah pusat untuk mengalokasikan anggaran penyelesaian JLS yang sesuai rencana awal menghabiskan anggaran Rp 7,7 triliun,”tegasnya.

Apalagi, lanjut politisi yang juga Anggota Komisi C DPRD Jatim ini dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) DPD Partai Golkar Jatim merekomendasikan agar JLS segera terealisasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya dalam peningkatan ekonomi Jatim. ”Diharapkan dalam waktu dekat ini ada pertemuan antara DPR RI dengan DPRD Jatim terkait pembahasan JLS, BPWS serta Lapindo,”paparnya dengan nada penuh optimis.

Seperti diketahui, kekhawatiran Gubernur Jatim, Soekarwo tidak dapat menyelesaikan proyek Jalan Lintas Selatan (JLS) sesuai jadwal pada tahun 2014 sedikit bisa terobati. Ini setelah pemerintah pusat mengalokasikan anggaran lewat APBN sebesar Rp 115 miliar pada tahun 2012, atau ada kenaikan sekitar Rp 35 miliar dari tahun 2011 yang hanya Rp 82 miliar. Sementara APBD Jatim sendiri pada tahun 2012 mengalokasikan anggaran sebesar Rp 51 miliar untuk pembangunan jembatan di lima lokasi di Jatim, diantaranya Kaligede Tulungagung dan Sananrejo Jember.

Pakde Karwo-panggilan Soekarwo menegaskan dari dana APBN tersebut nantinya akan digunakan untuk pembangunan infrastuktur dari Glongong, Njethak, Kalikucur, Sendang Biru, jembatan Domas hingga Balekambang. Namun demikian Pakde optimis akan menyelesaikan proyek JLS yang membentang dari Pacitan hingga Banyuwangi hingg tahun 2012. Apalagi Pemprov Jatim mendapatkan dana dari Kementrian Keuangan berupa LOAN sebesar 30 persen :70 persen dari total Rp 124 miliar.

”Yang pasti pusat sudah mengalokasikan anggarannya lewat APBN sebesar Rp 115 miliar pada tahun 2012 untuk penyelesaian JLS. Dengan begitu ada kekurangan anggaran sekitar Rp 1,7 miliar untuk penyelesaian program JLS. Kami berharap anggaran dari APBN dan LOAN dapat menyelesaikan progrfam JLS tepat waktu yaitu 2014,”tegas Pakde Karwo-panggilan Soekarwo .

Disisi lain mantan Sekdaprov Jatim ini berencana akan mengumpulkan para anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) Jatim pada Desember 2011 mendatang. Pertemuan ini penting sebagai upaya permintaan dukungan Pemprov Jatim agar JLS segera teralisasi sebagai upaya untuk meminimalisir disparitas wilayah yang terakhirnya bisa membuat jumlah angka kemiskinan meningkat. –ng


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: