Jatim Butuh Perbaikan Infrastruktur Pertanian

Dikutip dari: DPRD Jatim Online, 7 September 2012

Suara Indrapura : Kemarau panjang yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur, berimbas pada kesejahteraan masyarakat. Apalagi Jawa Timur merupakan daerah yang memiliki lahan pertanian yang cukup besar. bahkan beberapa tahun lalu , Jatim mampu surplus 4 juta ton pertahun.

Ternyata kondisi ini berbeda saat musim kemarau panjang melanda. Beberapa waduk yang menjadi bank air bagi masyarakat khususnya petani, kondisinya memprihatinkan. Sehingga masyarakat kesulitan untuk mengairi sawahnya. otomatis ini akan berpengaruh pada hasil pertanian mereka.

Anggota DPRD Jatim Gatot Sudjito dari Dapil VII meliputi wilayah Kabupaten Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Magetan dan Ngawi berharap perbaikan waduk segera dilaksanakan. Mengingat air adalah kebutuhan pokok para petani.

Namun untuk membangun beberapa waduk di Dapil VII, butuh anggaran yang cukup besar. Sehingga tidak mungkin ditanggung sendiri. “ Untuk pembangunan waduk butuh anggaran yang sangat besar, jadi tidak mungkin ditanggung provinsi saja,” ujar anggota fraksi Golkar ini.

Oleh karena itu, Gatot Sudjito berharap pemerintah daerah bisa sharing anggaran dengan provinsi bahkan pemerintah pusat, untuk membangun waduk yang representatif, meskipun sedang terjadi kemarau panjang. Tidak hanya waduk, sarana irigasi juga menjadi perhatian serius politisi Golkar ini di daerah pemilihan VII.

Menurutnya, untuk menjadikan Jawa Timur sebagai daerah swasembada beras, butuh perbaikan infrastruktir pertanian dan perhatian pemerintah di bidang pertanian. Menurut Gatot, saat jaring aspirasi di dapil VII, dirinya masih menemui beberapa infrastruktur pertanian yang perlu dibenahi.

Apalagi anggaran anggaran yang dikucurkan untuk sektor pertanian di Jawa Timur, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBD) 2013 sekitar Rp 159,3 miliar. Anggaran tersebut merupakan terkecil ketiga dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov lainnya. Padahal, 65 persen masyarakat di Jawa Timur mengandalkan hidup dari sektor pertanian.

Ironisnya, sebagaian besar anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja tidak langsung mencapai Rp 80,9 miliar. Dari anggaran yang dikucurkan, tidak ada item untuk menangani masalah pertanian langsung. Misalnya untuk mengatasi lahan pertanian yang mengering dan kesulitan bibit.

Selain masalah pertanian, kondisi jalan dibeberapa daerah itu juga butuh perbaikan, dan peningkatan kualitas. sehingga bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. (dok@12)


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: