Wakil Rakyat Membutuhkan Kesungguhan, Keihlasan Mendengarkan Rakyat

Liputan Pers

Dikutip dari: DPRD Jatim Online, Jumat; 27 Juni 2014

Berita 6

Suara Indrapura : Drs. H. Gatot Sudjito, M.Si, pria kelahiran Kerembung Sidoarjo ini, bisa dibilang sangat berpengalaman di dunia politik dan keorganisasian di Jawa Timur. Maka tidak heran jika posisi posisi penting di dunia politik selalu beliau duduki. Mulai dari ketua Fraksi, Komisi hingga Pimpinan Dewan sudah pernah dirasakannya. Di Partai Golkar Jatim bahkan Gatot Sudjito menduduki posisi sebagai Wakil Ketua DPD Golkar Jatim. Meski begitu sikap santun dan rendah hati tidak pernah lepas dari dirinya.

“Kita ini hanya manusia, jabatan itu hanya titipan. Sewaktu waktu bisa saja diambil, maka kita harus siap,” ungkap Gatot Sudjito kiatnya menjadi orang ikhlas.

Maka tidak heran jika kemanapun beliau pergi tidak pernah membawa bawa posisinya sebagai wakil rakyat. Beliau tetap memposisikan diri sama sebagai rakyat, jabatan hanya digunakan disaat memperjuangkan kepentingan rakyat, itu sudah menjadi falsafah hidupnya.

Begitu pula yang di lakukan atas amanah sebagai penyambung kepentingan rakyat Jatim terutama Dapil VII meliputi wilayah Ngawi, Ponorogo, Magetan, Trenggalek dan Pacitan. Sebagai wakil rakyat didaerah yang sangat luas. Naik turun gunung sudah menjadi hal biasa, sebab wilayah yang berbukit atau bahkan terpencil banyak terdapat didaerah tersebut. “Tapi tidak bisa semuanya tersentuh , biasanya daerah yang memang sangat membutuhkan dan saya harus kesana. Disitulah yang saya utamakan,” Ungkapnya.

Untuk wilayah lain biasanya saya ajak komponen komponen penting masyarakat di daerah tersebut yang diundang untuk berdiskusi dan mendengarkan apa persoalan mereka. Yang penting harapan mereka tersampaikan untuk direalisasikan. Di dapil VII menurutnya persoalan pertanian dan infrastruktur adalah persoalan yang sangat mendasar untuk diprioritaskan. Sebab mayoritas berkerja sebagai petani. Sehingga dengan infrastruktur yang memadai, hasil pertanian dan olahannya bisa dipasarkan dan punya nilai keekonomian yang tinggi. Mobilitas ekonomi masyarakat sangat tergantung pada fasilitas infrastruktur yang memadai. “kalo jalannya memadai, hasil pertanian otomatis bisa dipasarkan dengan baik dan cepat ke pasar. Sebab kita tau kalau hasil pertanian menumpuk dan tidak segera dipasarkan akan busuk, petani rugi. Sebaliknya kalau segera bisa dipasarkan selain kualitasnya lebih baik nilai jualnya pasti tinggi. Petani sejahteralah pastinya,” ungkap anggota Dewan dari Golkar ini.

Ini menjadi prioritas utama yang diperjuangkan agar Gubernur bisa terealisasi melalui program program yang berpihak pada rakyat. Selain pertanian, persoalan yang tidak kalah penting adalah masalah kesehatan dan gizi masyarakat. Selama menjadi anggota DPRD Jatim persoalan ini masih muncul dan perlu mendapatkan penangan khusus. Apalagi di Ponorogo ada kampung idiot, yang butuh program khusus untuk menanganinya. “selama ini banyak yang mengatakan itu karena faktor keturunan, bahkan kutukan katanya.

Secara akademis dari penelitian yang dilakukan, faktor penyebabnya tidak hanya itu tapi lebih pada faktor kemiskinan dan kurang gizi serta pemahaman tentang kesehatan,” sehingga kata Gatot kalau mau dikurangi maka pemerintah harus membuat program khusus berupa pebaikan gisi dan edukasi tentang kesehatan yang benar. Bagaiamana bisa sehat dan cerdas kalo gizinya saja tidak terpenuhi sesuai kebutuhan.

“ Menjadi wakil rakyat Kata Gatot hanya membutuhkan kesungguhan dan keihlasan untuk mendengarkan keinginan rakyat, sebab masyarakat tidak minta yang neko neko. Mereka hanya butuh bisa makan, menyekolahkan anaknya dan menyongsong hari tua dengan tenang, kata Pria ramah yang tidak pernah pilih pilih dalam bergaul. “Hidup ini hanya sementara, saya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk banyak orang dan membuat mereka tersenyum, agar bisa mempertanggung jawabkan amanah ini dengan baik dihadapan Allah swt,” pungkasnya.


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: