Golkar Paksakan Mantan Wagub Jatim Jadi Calon Pimpinan DPRD

Liputan Pers

Dikutip dari: SkalaNews, Senin 18 Agustus 2014

Berita 3

Skalanews – Rapat pleno DPD Partai Golkar Jawa Timur tentang pengajuan nama-nama calon pimpinan DPRD Jawa Timur membuat keputusan yang janggal di DPD Partai Golkar Jatim

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua bidang Organisasi DPD PG Jatim, Gatot Sudjito pada Minggu (17/8) itu memasukkan nama Soenarjo sebagai salah satu kandidat.

Diajukan Soenarjo ini, menurut aturan internal Partai Golkar dianggap melanggar peraturan organisasi (PO) partai Golkar. Dalam aturan tersebut di salah satu pasal menyebutkan bahwa pimpinan DPRD merupakan anggota terpilih yang duduk sebagai pengurus harian partai sesuai tingkatannya.

Kenyataannya, Soenarjo yang saat ini hanya sebagai ketua dewan penasehat partai ternyata lolos sebagai kandidat. Padahal jabatan itu bukan termasuk pengurus harian.

Saat rapat tersebut, Wakil Ketua DPD Partai Golkar, Gatot Sudjito terkesan memaksakan nama Soenarjo untuk masuk sebagai pimpinan DPRD Jatim.

“Apakah forum rapat pleno ini setuju diajukan ke DPP?,” tanya Gatot.

Sebagian menyatakan setuju dan sebagian lagi tidak. Namun Gatot dengan cepat mengetuk palu sebagai tanda seluruh peserta rapat pleno setuju masuknya Soenarjo.

Akibatnya ada beberapa pengurus yang protes, salah satunya dari Wakil Ketua DPD Golkar. Sabron Djamil Pasaribu

“Peraturan Organisasi partai sudah jelas, pengurus harian yang layak diajukan ke DPP,” guman Sabron.

Pimpinan sidang dan juga disaksikan Zainudin Amali sebagai Ketua DPD PG sekaligus wakil dari DPP terlihat tidak sanggup menegakkan aturan partai. Sehingga protes dari sejumlah kader itu tidak berlaku karena Gatot sudah mengetuk palu.

“Mau bagaimana lagi, kita tunggu saja keputusan DPP. Semoga peraturan ditegakkan,” kata Sabron.

“Toh yang diajukan belum tentu semuanya dipilih, yang dipilih kan cuma satu,” sambungnya dengan nada mencibir.

Disinggung apa alasan partai mengajukan kembali nama Soenarjo, Sabron mengatakan karena pengalaman sebagai wakil ketua DPRD Jatim.

“Mungkin pak Narjo ini senior, jadi kita hormati dia. Tapi kan belum tentu DPP setuju,” pungkasnya.(Wahyu/bus)


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: