Wakil Ketua Komisi V DPR Desak Kemenhub Soal Lion Air

Kabar Komisi V DPR RI

By Taufiqurrohman
Dikutip dari: Liputan6.Com, Jumat 20 Pebruari 2015

g

Liputan6.com, Jakarta – Puluhan jam penumpang pesawat Lion Air telantar di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, tanpa ada penjelasan dari pihak maskapai berlambang singa tersebut. Wakil Ketua Komisi V Muhidin M Said menilai, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan harus ikut bertanggung jawab akibat peristiwa tersebut.

“Saya sudah dapat informasi itu. Di UU Penerbangan, Permenhub, sudah diatur, itu ada sanksi untuk maskapai. Kami minta Menhub laksanakan aturan itu, itu semua jelas, kami minta keberanian Kemenhub menerapkan aturan itu. Kami Komisi V mendesak Menhub melakukan langkah-langkah terkait dengan pelayanan publik, penerbangan,” kata Muhidin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/2/2015).

Politisi Partai Golkar itu bahkan mempertanyakan langkah konkret apa yang akan dilakukan Menhub Jonan untuk mengatasi persoalan Lion Air yang sering terjadi tersebut.‎
“Ini yang harus ditanya, langkah apa yang akan mereka lakukan, kami tidak bisa langsung ke airlines, kami ke Kemenhub dulu selaku regulator,” ucap Muhidin.

Muhidin menekankan, Menhub Jonan juga harus bertanggung jawab atas terjadinya delay pesawat Lion Air itu. Serta, harus ada langkah-langkah solusi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Kami minta tanggung jawab Kemenhub, otoritas bandara dan orang (Kementerian) Perhubungan. Jadi harus ada langkah-langkah yang diterapkan sesuai ketentuan,” tandas Muhidin.

Sebelumnya, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait membeberkan penyebab dari keterlambatan pesawat Lion Air selama 3 hari. Meski hanya 3 pesawat yang harus mengalami perbaikan karena terkena burung, ada konsekuensi besar di balik kerusakan tersebut.

“(Kerusakan) Mengganggu 21 penerbangan waktu itu,” sebut Edward di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat 20 Februari 2015.

Selain menjelaskan adanya 21 penerbangan yang terganggu, Edward turut angkat bicara terkait isu ada pemogokan karyawan Lion Air. Dia menegaskan isu tersebut sama sekali tidak benar. “Pegawai kami tidak ada yang mogok,” ujar Edward Sirait.
Penundaan penerbangan Lion Air memicu kegaduhan. Ratusan penumpang protes, bahkan sampai menyandera petugas dan pesawat di runway. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pun menyiapkan sanksi.

“Soal sanksi nanti kita rapat. Paling tidak sekarang pengajuan izin rute baru dari Lion Air kita hentikan dulu sampai ada komitmen SOP pelayanan penumpang dengan baik,” kata Jonan di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Jumat 20 Februari 2015. (Ans/Ali)


Gatot Sudjito

Online 1 Pebruari 2008

Arsip

Jumlah Kunjungan

  • 22,111 hits

%d bloggers like this: